Di tengah pasar investasi yang berfluktuasi, peran Angel Investor (Investor Malaikat) menjadi semakin krusial dalam menopang ekosistem Startup Tahap Awal di Asia Tenggara. Individu-individu berharta ini menyediakan lebih dari sekadar modal benih (seed funding); mereka adalah fondasi kritis bagi ide-ide inovatif untuk lepas landas.
Kebangkitan Angel Investor didorong oleh generasi founder sukses sebelumnya—seringkali alumni dari startup yang telah mencapai status unicorn—yang kini kembali menyuntikkan modal dan pengalaman ke dalam ekosistem. Mereka memahami risiko dan tantangan early stage dengan baik.
Peran mereka sangat vital karena mereka sering menjadi sumber pendanaan pertama (first money in) ketika Venture Capital (VC) yang lebih besar masih enggan berinvestasi karena risiko yang tinggi. Angel Investor mengisi kesenjangan kritis antara dana pribadi founder dan putaran pendanaan VC institusional.
Fenomena ini menciptakan efek riak positif: jaringan Angel Investor yang kuat memfasilitasi knowledge transfer, menyediakan mentoring strategis, dan membuka pintu bagi putaran pendanaan berikutnya. Ini adalah elemen penting untuk membangun ekosistem startup yang mandiri dan berkelanjutan.

